Tulisan ini saya buat karena terinspirasi percakapan saya dan arfita.
Tanggal 5 januari tepatnya hari selasa saia berserta 4 orang teman, zulkifli, dwi putri, arfita, dan nusuki makan di warung kartika tepatnya di samping fotocopy fitria, setelah memilih ayam ayam yang akan akan di makan, si mbak penjaga warung memberikan kami nasi, lalu temen saya arfita melihat nasi tersebut sambil mengerutkan dahi ” nasinya kok aneh? ” celetuknya,
kemudian si mbaknya menjawab ” maf teh dapatnya beras merah ”
maksud mbaknya hari ini cuma masak beras merah.
arfita berusaha memakluminya,
saia ” kenapa? gak suka? kan lebih tinggi nilai nutrisinya di banding
beras merah ”
ar ” gak suka ama beras merah lebih suka beras putih “
memang siy rasanya sedikit berbeda dengan beras putih, yang gak biasa pasti lebih memilih beras putih dan kebanyakan orang juga lebih memilih beras putih. awalnya saia juga begitu, tetapi sekarang mulai membiasakan diri untuk mengganti beras putih dengan beras merah, dengan berbagai alasan.
Beras merah itu sama ama beras putih, Bedanya di warna (ya iyala dudung ni), beras merah itu beras yang gak di giling atau setengah di giling, jadi gak heran kalo kita beli butirannya pasti lebih utuh daripada kita beli beras putih, biasanya beras putih suka di sortir lagi, yang patah patah butirannya dijual terpisah yang pastinya lebih murah. low gak percaya coba geura liat di tempat penggilingannya, atau di pasar tradisonal suka ada yg ngejual dan harganya lebih murah. (sok tw ne penulis ;P )
sebelum jadi beras putih itu beras merah, ne padi dikupas kulit sekamnya/ari jadi beras merah,
nah dari beras merah ini dkupas lagi kulitnya jadila beras putih. nah ketika kulit dari beras merah ini kupas disitulah banyak vitamin dan mineral di beras yang terbuang. sayang kan??!
makanya biasanya suka di tambahkan lagi vitamin ke beras putih, so vitamin dan mineralnya gak alami lagi.
manfaat dari beras merah :
1. mengandung magnesium lebih banyak
satu mangkuk beras merah mengandung 84 mg magnesium
satu mangkuk beras putih mengandung 19 mg magnesium
guna magnesium :
untuk wanita :kekurangan magnesium mengakibatkan gejala PMS
dan migrain bertambah buruk.
magnesium mampu mencegah osteoporosisi, karena berperan dalam
penyerapan kalsium.
untuk pria : mampu mencegah hipertensi karena megnesium membantu arteri
lebih rileks.
2. kaya fiber dan asam lemak.
kandungan minyak yang kaya akan fiber dan asam lemak mampu membantu menurunkan kolesterol LDL. padahal kalau di beras putih, lapisan yang mengandung minyak ini udah hilang karena proses pengelupasan kulit dalam beras.
Dan fiber ini juga membantu mencegah sembelit, sehingga pencernaan jadi
lancar.
3. cocok untuk diet
ini dikarenakan kandungan fibernya yang tinggi, jadi lebih kenyang dan gak cepat lapar 
(recommended bagi yang suka puasa)
4. kaya akan asam amino dan GABA.
makanya beras merah ini baik di konsumsi bagi binaragawan, dimana mereka sangat membutuhkan protein asam amino untuk perkembangan ototnya.
GABA ini mampu meningkatkan hormon pertumbuhan pada manusia.
GABA (Gamma-aminobutyric acid), apa itu?
Gaba ini adalah cara memasak beras merah yang mampu merangsang pengecambahan
sehingga mengaktifkan enzim-enzim dalam beras.
cara masak beras nya seperti ini:
sebelum dimasak seperti beras putih, terlebih dahulu beras di rendam selama 20 jam dengan air hangat (38′C).
5. sumber mineral mangan.
100%gram beras beras mengandung 1,1 mg mangan atau mampu mencukupi 55%
kebutuhan harian mineral mangaan, wew
bagi yang ingin mencoba beras merah ini pembaca dapat membelinya dipunclut, di supermarket atau swalayan terdekat.
saia siy belinya di punclut, 1kg harganya Rp.8000,-
memang siy lebih mahal dibanding beras biasa. dan jangan aneh memakannya, anggap aja makan beras putih,hehe…
selamat mencoba ^_^